Tampilkan postingan dengan label Profile Organisasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Profile Organisasi. Tampilkan semua postingan

Anggaran Dasar IKOMAT

>> Senin, 28 Maret 2011

MUKADDIMAH


  Semoga Islam satu-satunya penataan hidup tiada tanding mewujud pada kehidupan kita, yaitu system kehidupan ikhwanaan kal jasadi Wahid yang menghamparkan kasih sayang dan saling memakmurkan.

Globalisasi adalah satu proses tatanan masyarakat mendunia yang tidak mengenal batas wilayah (negara) yang mencakup seluruh aspek kehidupan baik budaya, agama, politik, sosial, ekonomi, dll. Persaingan di era globalisasi sangat ketat, sehingga sumberdaya yang tidak tidak memiliki keunggulan berstandar internasional tidak bisa berperan dan cendrung menjadi korban, yaitu berada di strata hidup yang rendah. Oleh sebab itulah perlu dilakukan peningkatan pendidikan, keterampilan, dan kemandirian yang menumbuhkan tekad dan rasa persatuan yang  kuat dari sumber daya manusia agar dapat berperan aktif  di era globalisasi dengan cara memanfaatkan segala potensi yang dimilikinya secara optimal sehingga tidak menjadi korban.
Indonesia sebagai Negara Agraris memiliki lahan pertanian yang sangat luas sehingga pertanian dan peternakan menjadi salah satu tulang punggung utama perekonomian. Para pelaku pertanian dan peternakan sebagian besar adalah masyarakat desa, sehingga memperkuat basis perekonomian di desa adalah menjadi salah satu kunci untuk menjawab tantangan globalisasi. Sudah saatnya kita (terutama para putra daerah) mencurahkan segenap kemampuan dan berkomitmen untuk memajukan desa kita menjadi basis perekonomian Indonesia yang mandiri, berkualitas  dan mampu berperan dalam era globalisasi.
Atas berkat dan rahmat Allah Azza Wa Jalla dan dengan didorong oleh keinginan luhur, dalam rangka melaksanakan pencapaian cita-cita tersebut di atas, diperlukan suatu organisasi yang solid, oleh sebab itu dibentuklah Ikatan Komunitas Mandiri Terpadu yang disingkat IKOMAT, dengan pokok-pokok aturannya dan susunan organisasinya ditetapkan di dalam Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) sebagaimana dipaparkan.






Read more...

Anggaran Rumah Tangga IKOMAT

ANGGARAN RUMAH TANGGA
IKATAN KOMUNITAS MANDIRI TERPADU
(IKOMAT)

BAB I
KETENTUAN UMUM

Pasal 1
Dalam Anggaran Rumah Tangga ini, yang dimaksud dengan:
(1) “Ikatan Komunitas Mandiri Terpadu (IKOMAT)” ialah Yayasan yang bergerak secara independen yang bertujuan mengikat dan membentuk komunitas mandiri terpadu.
(2) “Anggaran Dasar” ialah Anggaran Dasar “Yayasan Ikatan Komunitas Mandiri Terpadu (IKOMAT)”.
(3) “Anggaran Rumah Tangga” ialah Anggaran Rumah Tangga “Yayasan Ikatan Komunitas Mandiri Terpadu (IKOMAT)”.
(4) “Pengurus” ialah “Petugas Yayasan Ikatan Komunitas Mandiri Terpadu (IKOMAT)”.

BAB II
ARTI DAN MAKNA LAMBANG IKOMAT

Pasal 2
Arti Lambang IKOMAT
(1) IQAAMAT menggunakan huruf arab homofon dari IKOMAT, melambangkan fungsi organisasi dalam berjuang dan berkarya dilandasi oleh seruan yang terkandung dalam IQAAMAT, yaitu mengajak untuk mewujudkan komunitas yang bersatu dan mandiri dalam berkarya.
(2) “Tiga Orang Saling Merangkul”, melambangkan tiga unsur yang saling bekerjasama dengan erat dan penuh persaudaraan, yaitu antara IKOMAT, Mitra, dan Komunitas Binaan.
(3) “Padi dan Kapas”, melambangkan potensi sumberdaya alam dan sumberdaya ekonomi yang menjadi modal dasar yang dimanfaatkan dalam berkarya untuk membangun kemandirian.
(4) “Buku atau Sumber Ilmu”, melambangkan potensi intelektualitas yang menjadi modal utama untuk memanfaatkan potensi lainnya yang dimiliki.

Pasal 3
Makna Lambang IKOMAT
Makna Lambang IKOMAT secara keseluruhan adalah sebagai penyeru untuk mewujudkan kemandirian dalam berkarya secara bergotongroyong dan berkelanjutan yang memanfaatkan seluruh potensi yang dimiliki dengan dilandasi sebuah ikatan kerjasama kemitraan yang sinergi, menjunjung tinggi kesetaraan, saling menghormati dan saling menghargai.

BAB III
LINGKUP KEGIATAN

Pasal 4
Kegiatan Sosial
(1) Kegiatan yang dilakukan oleh IKOMAT bersifat sosial yang meliputi:
a. Melakukan sosialisasi program di masyarakat;
b. Melakukan kajian keadaan masyarakat secara partisipatif;
c. Menemukan dan mengenali masalah, potensi, dan komunitas sasaran;
d. Pembentukan komunitas dari prakarsa masyarakat secara sukarela;
e. Pendampingan untuk memecahkan permasalahan, dengan cara membantu merintis, menumbuhkan, dan menguatkan usaha, manajemen organisasi, jaringan dan permodalan;
f. Membentuk kader yang siap untuk menjalankan komunitas secara mandiri;
g. Melakukan pelepasan komunitas dari pendampingan untuk mandiri.
(2) Jika saat proses pendampingan dilakukan kemitraan antara komunitas binaan dengan pihak lain, maka perjanjian kerjasama dilakukan secara langsung antara komunitas binaan dengan mitra, dan IKOMAT hanya sebagai pendamping dengan ketentuan sesuai yang disepakati.
(3) IKOMAT sebagai yayasan tidak diperbolehkan mengambil keuntungan materi (uang, barang, dan jasa) secara langsung maupun tidak langsung dari kegiatan sosial yang dilakukan. 
Pasal 5
Kegiatan Wirausaha
(1) IKOMAT diperbolehkan melakukan wirausaha untuk pembiayaan kegiatan organisasi secara mandiri dengan menggunakan Badan Usaha IKOMAT.
(2) Sumber pendanaan Badan Usaha IKOMAT berasal dari pemanfaatan aset Yayasan berupa iuran anggota sebagai investasi atau pendanaan wirausaha dari pihak lain.
(3) Wirausaha yang dilakukan IKOMAT dalam bidang perdagangan dan jasa terutama pada sektor pertanian, peternakan, pendidikan, dan kesehatan yang diprioritas untuk membantu dan bermitra dengan komunitas yang sudah/ sedang dalam pendampingan atau dengan komunitas mandiri lainnya.
(4) Segala sesuatu tentang Badan Usaha IKOMAT yang tidak belum tercakup dalam Anggaran Rumah Tangga ini, akan diputuskan melalui Rapat Umum Anggota dan ditetapkan dalam sebuah keputusan bersama.


Read more...

Ikatan Komunitas Mandiri Terpadu

Profil Organisasi
Ikatan Komunitas Mandiri Terpadu yang disingkat IKOMAT adalah sebuah Organisasi Masyarakat yang bergerak dibidang pemberdayaan komunitas terutama yang berada di pedesaan khususnya di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, yang bertujuan untuk memandirikan masyarakat agar dapat meningkatkan taraf hidupnya dengan mengoptimalkan sebaik mungkin potensi yang dimilikinya (sumberdaya alam, sumberdaya ekonomi, dan sumberdaya manusia). Adapun cara yang ditempuh adalah dengan melakukan pendampingan secara intensif sebagai salah satu pilihan bijak dalam menjalankan proses transformasi kesadaran komunitas untuk berubah dengan memanfaatkan potensi yang mereka miliki.



Arti Kata dan Makna
Agar organisasi dapat dengan mudah melekat pada setiap orang yang terlibat didalamnya sebagai motor penggeraknya dan juga dapat dengan mudah diingat oleh elemen luar yang terlibat sebagai mitra perjuangannya maka nama organisasi yang digunakan harus singkat dan menggambarkan fungsi dan arah perjuangannya. Oleh sebab itu maka kata IKOMAT digunakan sebagai nama organisasi yang kami bentuk.
Kata IKOMAT adalah singkatan dari Ikatan Komunitas Mandiri Terpadu yang secara sebutan atau bunyi homofon dari kata IQAAMAT (berati tegak) yaitu sebagai panggilan bagi orang-orang beriman (mu-miin) yang menandakan bahwa Shalat berjama’ah sebagai lambang ketaatan seorang hamba kepada Sang Pencipta dan sekaligus sebagai sarana menyenandungkan harapan hidup yang baik (shalat bermakna do’a) segera diwujudkan, dilaksanakan, atau ditegakkan. Dengan demikian IKOMAT juga diharapkan menjadi panggilan atau seruan bagi masyarakat atau komunitas untuk segera mewujudkan Komunitas Mandiri Terpadu.
Berikut adalah makna yang terkandung dalam seruan IQAAMAT yang bisa kita jadikan sebagai dasar perjuangan IKOMAT:

  • Allahu Akbar; Kita mengakui dengan penuh kesadaran bahwa Allah dengan segala kekuasaan dan ilmu-Nya adalah lebih besar dari segala-galanya.
  • Asyhadu alaa ilaaha illallah; Kita bersaksi (untuk menjadi pembela) bahwa tidak ada Pembina hidup apapun kecuali Allah dengan segala kekuasaan-Nya.
  • Wa Asyhadu anla Muhammadar Rasulullah; Dan Kita bersaksi (untuk menjadi pembela) bahwa Muhammad adalah Utusan Allah sebagai uswatun hasanah.
  • Hayya ‘alaash Shalah; Kita selalu menyerukan kepada diri sendiri dan orang lain agar melakukan shalat sebagai lambang ketaatan kita sebagai seorang hamba Allah dan selalu menyenandungkan harapan (ber-do’a) yang baik kepada Sang Pencipta.
  • Hayya ‘alaal Falah; Kita selalu menyerukan kepada diri sendiri dan orang lain agar meraih kemenangan (kemandirian) sesuai kehendak Sang Pencipta.
  • Qad Qaamatish Shalah; Kita serukan dengan perbuatan dan ucapan bahwa sungguh Shalat sebagai lambang pengabdian dan permohonan pada Sang Pencipta pasti terwujud. Begitulah harapan kita dengan IKOMAT.
    Dengan demikian, dengan hanya mendengar kata IKOMAT saja kita sudah dapat membayangkan apa-apa yang mendasari dan menjadi cita-cita kita bersama, dan sekaligus mampu memberikan kita arahan dan rambu-rambu dalam pelaksanaannya.


    Read more...

      © Free Blogger Templates Autumn Leaves by Ourblogtemplates.com 2008

    Back to TOP